Himpunan Kimia Indonesia NTT

Sejarah

Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Cabang Nusa Tenggara Timur secara resmi berdiri pada tahun 2022. Pembentukan cabang ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan organisasi profesi kimiawan di Indonesia sekaligus memperkuat peran komunitas ilmiah di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam pengembangan ilmu kimia.

Peresmian HKI Cabang NTT dilakukan melalui pengesahan oleh Ketua HKI Pusat saat itu, Prof. Dr. Syukro Muhab, dalam sebuah kegiatan ilmiah yaitu Seminar Nasional Program Studi Kimia dan Program Studi Pendidikan Kimia yang mengusung tema “Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Kimia dalam Era New Normal.” Seminar nasional tersebut menjadi momentum penting bagi para akademisi dan praktisi kimia di Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat kolaborasi serta membangun wadah organisasi profesi yang dapat menaungi para kimiawan di daerah ini.

Gagasan pendirian HKI Cabang NTT diprakarsai oleh para dosen dari Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik di Universitas Nusa Cendana. Inisiatif ini lahir dari kesadaran akan pentingnya kehadiran sebuah organisasi profesi yang mampu menghimpun para akademisi, peneliti, pendidik, serta praktisi di bidang kimia agar dapat berkolaborasi, berbagi pengetahuan, serta mengembangkan potensi keilmuan di tingkat daerah maupun nasional.

Setelah melalui proses musyawarah bersama, terbentuklah kepengurusan HKI Cabang NTT untuk periode pertama tahun 2022–2026. Pada periode ini, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D dipercaya sebagai Ketua Cabang pertama, didampingi oleh Dr. Johnson Nune Naat, S.Pd., M.Si yang menjabat sebagai Sekretaris.

Sejak berdirinya, HKI Cabang NTT terus berupaya memperkuat peran organisasi sebagai wadah bagi para kimiawan di Nusa Tenggara Timur untuk berkolaborasi, berbagi gagasan, serta mendorong perkembangan ilmu kimia yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai kegiatan ilmiah, diskusi akademik, serta penguatan jejaring profesional, HKI Cabang NTT berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan ilmu kimia sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.